Pemilihan langsung calon pemimpin bukan cuma berlaku bagi Pilkada atau yg sejenisnya, trend Vote ini juga merambah dunia pendidikan, khususnya untuk memilih ketua OSIS. SMP Negeri 3 Tengaran baru saja menyelesaiakn pesta Demokrasi untuk memilih ketua OSIS. Pesta demokrasi ini hampir tidak menimbulkan ekses negatif gejala inilah yg perlu dicontoh oleh para politikus kita baik ditingkat lokal ato nasional. demokrasi bisa indah tanpa gontok-gontokan, tanpa politik uang. Paling hanya nraktir teman biar menggunakan hak suaranya untuk memilih salah satu calon ketua OSIS (hehehehe). Kegiatan ini paling tidak dapat mengenalkan kepada siswa bagaimana menggunakan hak pilih.
Semoga bagi ketua OSIS yg baru dapat membawa perubahan (admin)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
bener tu'....
udah seharusnya yg di "atas" belajar dari yg ada di paling "bawah"...
selamat buat GRIGATA !!!!
akhri nya ada kemajuan yang pesat setelah saya lulus dari GRIGATA,,,,
hehehehhehe,,,,,,,,,,,,,,,,
mungkin hanya sedikit yang tau denan saya, karna sya memang bukan T_Center di GRIGATA,,,,
pak ismi (wali kelas saya di kelasa 1 a, dan 3 a), pak ramlan ( yang pada takut kalo di ajar beliau ), pak solidin, pak heru, pak tanto (kepsek angkatan saya dulu), pak purwanto ( sudah punya istri belum pak ? hehehehh),pak cipto (BP, yang selalu di benci ma kita2, hehehehhe ),bu purwanti, bu indah (rambut nya masih panjang juga buk? ), bu supri, bu lusi, DLL, lupa nama2 guru yang laen,,,
Thanks to ALL, berkat bapak dan ibu semua, saya bisa menjadi seperti ini,
dan maafkan atas segala tingkah laku saya yang kurang berkenan, terutama kepada bu narmi, yang mungkin beliau jengkel sama saya, karena saya telah memecahkan cawan petri untuk praktek biologi,,, he hehhehe..... tapi dah saya ganti ya buk,,,,.
By : M. Nanang Fauzi.
sayang sekali sekolah ini punya guru bejat ,seorang guru yg beristri 2,parahnya lagi dia gak mengakui anak2 dr istri pertama..demi status dan nama baik..lebih parahnya lagi dia mengajar ppkn..dia hancurkan kehidupan anak2nya sampe2 anaknya gak bisa panggil ayah didepan orang hanya demi pangkat dan martabat..heranya sekolah ini bangga punya guru spt ini...manusia bejat itu diberi nama RAMELAN..guru penebar benih,bukan benih kebaikan tapi benih kebejatan..dusta,kekejaman,nafsu dan pengkhianatan..